Sunday, April 15, 2012

Bingung pilih mana Canon EOS 5D atau Canon EOS 7D..?

Alasan untuk memilih 5D Mark II:
    5D Mark II memiliki noise performance yang lebih baik sekitar 1,1 stop dari 7D
    Sensor fullframe
    Color depth lebih baik dari 7D (23,7 bits Vs. 22 bits)
    Viewfinder lebih besar sekitar 30%
    Resolusi lebih tinggi (21 MP Vs. 18 MP)
    Dynamic range sedikit lebih baik
    Rentang ISO lebih besar (50 - 25600 Vs. 100 - 12800)

Alasan untuk memilih 7D:
    Burst rate jauh lebih tinggi (8 fps Vs. 3,9 fps)
    Sistem fokus jauh lebih advanced (19 all-crosstype)
    Shutter lag lebih kecil (131 ms Vs. 206 ms)
    Pilihan lensa lebih banyak karena dapat menggunakan lensa EF-s
    Ada built-in flash
    Lebih murah


Pendapat lainnya :

suka wide angle?
ambil 5D
kenapa?
dengan fullframenya 5D, gambar yang diambil bisa lebih lebar dan DOF di lensa wide juga bisa lebih tipis dibandingkan 7D yang sensornya lebih kecil.. efeknya dimensinya lebih kerasa di full-frame camera di lensa yang sama..
kecuali canon bikin lensa ef-S 15 f1.2 baru mungkin bisa ngalahin atau nyamain hasilnya lensa 24mm f1.4 di full frame baik dari ukurannya dan DOF nya..
EF 14mm f2.8 nya Canon juga.. hanya maksimum dipakai di full-frame cameranya. EF-S 10-22nya canon bisa dipake tapi hanya jadi 16mm dengan bukaan yang ngga selebar 14mm f2.8


jadi bilang pilihan lensa lebih banyak untuk cropped sensor .. ngga juga..
soalnya beberapa feature lensa jadi malah hilang di cropped sensor..
terutama di lensa fast-wide.

inilah kebanyakan alasan kenapa orang banyak yang milih untuk upgrade ke 5D daripada ke 7D.. (orang yang banyak duit tentunya.. dan gw ngga termasuk dalam golongan orang2 tersebut T_T)


suka tele?
ambil 7D..
kenapa?
dengan cropped sensor, gambar yg dihasilkan bisa jadi lebih jauh daripada yang bisa dihasilkan di full-frame...
dan dengan ukuran sensor yang lebih kecil, maka daerah film/sensor yang harus diisi lebih dikit. dan efeknya ukuran lensa bisa jadi lebih kecil daripada yang full frame.. (ini juga yang bikin kenapa lensa2 medium format ukurannya segede gaban)

untuk lensa tele.. bisa dibandingin aja ukurannya
EF 200mm f2.8L (yang jadi sekitar 320mm f2.8 di cropped sensor)
sama
EF 300mm f2.8L (yang hanya sekitar 300mm f2.8 di full-frame sensor)


perbedaan dimensi dan berat kedua lensa itu jauh banget!..
coba aja motret handheld seharian pake 300mm f2.8L.. antara tangannya copot atau ganti profesi jadi gym instruktur!.

dan DOF di lensa Tele.. gw sih liatnya hampir ngga ada bedanya antara cropped sensor dan full-frame sensor..

suka lensa normal..?

gw pribadi sih lebih milih 5D.. karena lebih murah
loh kok lebih murah?

orang bilang beli 7D aja karena lebih murah..
ya.. bodynya emang.. tapi untuk ngehasilin DOF yang sama dengan 5D, 7D butuh lensa yang aperturenya lebih lebar.. dan itu berarti "extra cost".

Canon EOS 7D

CANON EOS 7D bukanlah pengganti EOS 50D yang harganya Rp8,2 juta. Dengan harga Rp13,2 juta, positioning EOS 7D berada di antara EOS 50D dan EOS 5D Mark II yang mencapai Rp19 juta.

Ketiga DSLR ini diciptakan untuk konsumen profesional. Terutama mereka yang tidak lagi bergantung pada setingan otomatis untuk mendapat gambar sesuai keinginan dalam berbagai kondisi pemotretan. Ketika pertama kali menggenggam DSLR ini, EOS 7D diyakini mengusung grade profesional. Fokus otomatis dan metering yang lebih advance, image buffer pendek, continous shooting hingga 8 frame per detik (fps), hingga kemampuan mengontrol Speedlite lebih dari satu dari builtin flash-nya jadi bukti awal.

Pesona 7D akan semakin terllihat jelas saat menemui adanya fasilitas yang sangat luas bagi fotografer untuk melakukan kustomisasi setting kamera, pun mencoba kemampuannya merekam video high definition (HD) yang sangat baik. Fitur video ini sudah teruji untuk membuat film pendek maupun pembuatan iklan televisi, yang tentu saja akan mengurangi jauh ongkos produksi, mengingat membeli kamera khusus film sangatlah mahal dibanding DSLR. Karena itu, EOS 7D sangat ideal untuk pewarta foto, fotografer amatir atau hobi yang ingin mendapat kualitas kamera yang lebih, juga sutradara atau mereka yang bergerak di dunia multimedia.

Kalau boleh disebut kekurangan, ini terasa dari fleksibilitas EOS 7D yang memungkinkan banyak sekali pilihan kustomisasi. Bahkan, beberapa teman fotografer yang menggunakan EOS 7D ternyata belum memanfaatkan semua fasilitas kustomisasi tersebut. Karena itu, ada alasan bagus untuk membaca dan mempelajari buku manual sebanyak 275 halaman sebelum mengutak-atik kamera ini. EOS 7D menggunakan sensor crop/APS-C CMOS beresolusi 18 MP. Sensor APS-C sebelumnya sudah digunakan dalam jajaran seri semiprofesional dengan tradisi nomenklatur dua digit, laiknya EOS 50D.

Bedanya, resolusi EOS 50D hanya 15,1 MP yang setara dengan Nikon D300s. Sensor yang lebih besar memang rentan noise, tapi ada Dual DIGIC 4 Image Processors yang mengimbanginya. Untuk hasil foto yang berukuran besar, detail masih terasa tajam. Prosesor itu juga yang membuat EOS 7D berkemampuan memproses data gambar berukuran 18.0 MP pada 8 frame per detik. Beberapa kali menggunakannya dengan hasil sangat puas. Continous shoot yang powerful membuat EOS 7D tepat digunakan pewarta foto untuk menangkap momen-momen cepat. Dari sepak bola hingga ajang balap mobil.

 Klaim dari Canon, shutter unit EOS 7D dapat digunakan hingga 150.000 kali jepret tanpa rusak. Ini memberikan fotografer memiliki banyak waktu sebelum menyambangi service center. Begitu juga saat menggunakan fitur Live Mode (menggunakan layar LCD untuk melihat gambar seperti kamera saku digital). Cukup berguna saat harus memotret di kerumunan dan terpaksa mengangkat kamera dengan kedua tangan. Praktis. Kecepatan fokus dalam mode ini pun masih sama dengan mode normal.

Namun, yang paling menawan dari EOS 7D adalah jumlah 19 titik fokus otomatis. AF sensornya mampu menampilkan pilihan fokus berbeda untuk berbagai kebutuhan pemotretan. Mulai grid, spot metering, AF point display, zone AF, hingga single point. AF point expansion, misalnya, cocok digunakan untuk pemotretan sepak bola. Sebaliknya, untuk memfokuskan pada objek kecil, cukup memanfaatkan Spot (single point) yang bisa diatur titik fokusnya secara manual. Jika viewfider dalam 7D terasa sangat lega, itu karena dibekali sistem magnifikasi 1.0 serta pandangan 100 persen.

Sebagai perbandingan, viewfider 50D sendiri memiliki pandangan 95 persen. Beberapa keunggulan EOS 7D lain yang berguna dalam pemotretan adalah ISO maksimal hingga 12.800, fitur antidebu yang otomatis bekerja saat kamera dimatikan, hingga LCD berkedalaman 920.0000 warna. Saat menjajal EOS 7D dengan lensa ekonomis EF-S 18-135 mm f/3.5-5.6 IS seharga Rp5 jutaan. Hasilnya cukup menawan, sementara penggunaannya praktis.

 Karena masih bisa mendapatkan gambar wide, juga tele sekaligus. Meski tidak dibekali motor USM, lensa tersebut sudah memiliki peredam guncangan (image stabilizer). Sayangnya, karena keterbatasan memori, tidak banyak utak- atik fasilitas video HD. Yang jelas, selain dapat melakukan setting manual terhadap exposure control, pengguna juga dapat memilih jenis file sesuai frame rates. Mulai 1920x1080 (full HD), 1280x720 (HD), maupun standar definiton (640x480).

 EOS 7D mungkin tidak seperti EOS 5D yang hanya mau beroperasi dengan lensa Canon EF ( L series). Tapi, tentusaja, kamera ini baru bisa bekerja maksimal jika disandingkan L series. Karena itu, sebelum membeli EOS 7D, pikirkan dulu investasi tambahan untuk membeli lensa L yang harga termurahnya Rp10 jutaan itu.

Thursday, April 12, 2012

Tips Foto Akuarium

Anda punya akuarium dirumah? Atau anda akan berkunjung ke akuarium raksasa seperti di Seaworld? Nah cobalah jadikan akuarium sebagai obyek foto yang menarik. Tantangan memotret di akuarium adalah adanya kaca yang terletak diantara lensa dan obyek foto, sedangkan kita ingin menghasilkan foto tanpa ada jejak kaca sedikitpun. Tantangan lainnya adalah keterbatasan cahaya. Kalau selama ini anda sudah mencoba membuat foto dengan obyek ikan (atau tanaman) didalam akuarium dan selalu tidak memuaskan, cobalah beberapa tips berikut ini:

  • Gunakan lensa tercepat yang anda miliki. Karena ikan didalam akuarium cenderung selalu bergerak padahal pencahayaan di akuarium cenderung sangat kurang dibandingkan diluar ruangan. Oleh karena itu, manfaatkan lensa tercepat yang anda miliki. Lensa dengan bukaan f/2.8 atau lebih cepat akan membantu.
  • Belilah Rubber Lens Hood. Harganya sekitar Rp. 100 ribu, namun sangat bermanfaat. Ketika memotret obyek melewati kaca, kita harus pastikan bahwa jarak antara ujung lensa dan kaca harus serapat dan sestabil mungkin. Dengan memasang lens hood karet, kita bisa membuat lensa seperti menempel erat di kaca dan dengan begitu maka pantulan kaca akan bisa dihilangkan. Anda bisa membeli hood karet ini
  • Jangan Gunakan Filter Polarizer. Jika anda memasang filter polariser (CPL) saat memotret obyek melewati kaca, besar kemungkinan akan timbul color flare(cahaya tambahan yang muncul didalam foto akibat sudut pantulan) yang merusak foto anda.
  • Posisikan Kamera Tegak Lurus Dengan Kaca. Karena anda akan memotret melewati kaca, pastikan posisi lensa benar-benar tegak lurus dengan bidang kaca. Jika agak miring, maka akan timbul efek perbesaran yang aneh karena kaca dan air seolah-olah berperan sebagai kaca pembesar.
  • Set ISO Sebesar Mungkin.
    Seringkali lensa cepat pun tidak cukup untuk menangkap gerakan cepat binatang air, sebagai contoh untuk memotret ubur-ubur lincah diatas, ISO harus dikorbankan sampai dengan 3200 karena kurangnya pencahyaan. Yang penting obyek tertangkap dengan tajam, meskipun noise jadi terlihat seperti tampak dibawah ini.
    Oh ISO, apa pula itu?

 

Pendatang baru Canon EOS 70D, apakah pesaing berat 7D atau menjadi pesaing berat Nikon D7100...

Canon EOS 70D pesaing berat Canon EOS 7D..? Akhir tahun 2013 merupakan akhir tahun yang sempurna bagi Canon , disaat semua orang ak...